Kandidiasis Seperti Sariawan Di Organ Genital

Kandidiasis adalah infeksi jamur yang dikarenakan oleh jamur Candida albicans. Jamur ini dapat menginfeksi bagian-bagian badan, terhitung daerah intim pria atau wanita.

Pria yang terinfeksi kandidia dapat menularkan pada pasangannya lewat jalinan seksual. Jamur Candida dapat juga berkembang disebabkan kerap memakai baju ketat atau bahan yg tidak menyerap panas karena rutinitas itu dapat menghindar ventilasi alami.

Apabila seseorang wanita terinfeksi kandidiasis maka bakal rasakan nyeri, gatal, panas, serta kemerahan (seperti sariawan) pada vagina, anus, serta vulva. Keputihan dapat juga dihadapi berbarengan rasa nyeri saat terkait sex serta buang air kecil.

Sesaat pada pria, kandidiasis bisa menyebabkan pembengkakan yang dibarengi rasa sakit di ujung penis, kering, gatal, serta kulit penis mengelupas hingga mengakibatkan timbulnya rasa sakit saat buang air kecil. Tanda-tanda ini dapat menyebar ke daerah yang lain seperti pantat, paha, serta skrotum.

Infeksi ini berisiko dihadapi orang yang mempunyai kekebalan badan yang lemah. Dr Carol Munro dari Kampus Aberdeen menyampaikan apabila tak dibunuh segera oleh obat, jamur bisa bikin obat tak efisien dengan merubah susunan sel serta dapat menyebarkan infeksi lebih luas.

Dianjurkan sebelum saat menikah atau terkait intim, ke-2 pasangan baiknya lakukan penelusuran di laboratorium dengan menguji sampel lendir uretra pria serta lendir serviks wanita. Tambah baik lagi bila lakukan kontrol pap smear untuk wanita.

Apabila ditemukan ada bakteri maka dokter bakal berikan antibiotika atau anti jamur yang sesuai sama dengan bakteri atau mikroorganisme yang ditemukan dalam kontrol di laboratorium.

Untuk langkah yang lebih alami candida dapat diatasi dengan melakukan perbaikan pola makan, yaitu dengan konsumsi makanan kaya serat, yoghurt yang memiliki kandungan bakteri lactobacillus, serta beberapa makanan yang memiliki kandungan antibiotik alami seperti akar jahe, bawang putih, bawang bombay, bawang merah, brokoli, lobak, kubis, serta kembang kol.

Diluar itu anda juga butuh konsumsi suplemen vitamin A, vitamin C, selenium, serta zinc. Ingatlah untuk melindungi kecukupan nutrisi serta oksigen anda, lantaran candida tak dapat hidup di lingkungan yang kaya bakal oksigen.

Purpura Alergika

Purpura alergika adalah peradangan di pembuluh darah kecil yang kemungkinan disebabkan oleh reaksi autoimun yang abnormal. Peradangan berlangsung pada pembuluh darah di sendi, kulit, saluran pencernaan atau ginjal dan alami kebocoran.

Penyebab

Belum di ketahui pasti apa pemicu timbulnya penyakit ini. Tetapi, disangka penyakit ini nampak disebabkan tanggapan abnormal dari system kekebalan. Purpura alergika umumnya menyerang anak-anak, tetapi bukan hanya bermakna orang dewasa tak berisiko terkena penyakit ini.

Biasanya penyakit ini dapat nampak sesudah berlangsung infeksi saluran pernapasan atau disebabkan obat-obatan. Penyakit ini bisa berlangsung dengan cara tiba-tiba kurun waktu singkat atau nampak perlahan-lahan serta berjalan lama.

Gejala

Awalannya penyakit ini ditandai dengan bintik keunguan (purpura) disebabkan rembesan darah ke dalam kulit yang sering berlangsung di daerah kaki, lengan, tungkai, serta pantat. Sesudah bebrapa hari bintik keunguan bakal mengeras serta menonjol.

Diluar itu, berlangsung pembengkakan di pergelangan tangan, pergelangan kaki, lutut, pinggul, serta sikut. Umumnya dibarengi dengan nyeri sendi serta demam. Bila berlangsung peradangan di saluran pencernaan maka bisa menyebabkan kram perut. Umumnya pasien juga alami hematuria (urin memiliki kandungan darah).

Pengobatan prima berlangsung pada beberapa besar pasien kurun waktu 1 bln., namun gejala-gejalanya dapat hilang-timbul sejumlah sekian kali.
Terkadang berlangsung rusaknya ginjal yang menetap.

Pengobatan

Apabila pemicunya yaitu obat-obatan maka baiknya selekasnya hentikan penggunaan obat itu. Kortikosteroid bisa menolong memudahkan pembengkakan, nyeri perut, nyeri sendi, tetapi tak dapat menghindar rusaknya ginjal.

Apabila ginjal alami rusaknya kadang-kadang pasien bakal diberikan obat untuk kurangi kesibukan system kekebalan (obat imunosupresan) seperti azatioprin atau siklofosfamid.

Kiat Memahami Gejolak Pikiran Remaja

Saat anak mencapai saat remaja serta mulai terasa dewasa, ia mulai memikirkan gawat serta tak lagi mudah terima pengucapan atau pendapat beberapa orang yang usianya lebih tua tiada alasantasi yang memuaskannya. Lihat realitas ini, terkadang ibu/ayah benar-benar cemas bakal nasib anaknya ; jangan-jangan ia bakal terperosok pada kesesatan serta penyimpangan.

Beberapa ayah serta ibu menanggapi keresahan serta pertanyaan anak remajanya dengan cara tak rasional serta tak seimbang dan tak berupaya melindungi kehormatannya. Sikap negatif ini pada hakikatnya adalah wujud ekspresi kasih sayang dari orang tua, tetapi ini malah menaikkan persoalan untuk pemuda yang tengah berupaya mengetahui serta temukan jati dianya. Sikap ini dimaknai oleh seseorang remaja dengan cara negatif di mana ia menilai bahwasanya orang tuanya tak dapat rasakan serta mengerti kondisinya. Situasi seperti ini lalu menyebabkan pada ketidakharmonisan jalinan pada remaja serta keluarganya. Walau sebenarnya dalam psikologi sudah diputuskan bahwasanya keresahan pikiran, rasa mau tahu, berupaya memikirkan dengan cara masak serta penuh pertimbangan, mempunyai pelbagai kepercayaan serta pandangan adalah varian dari step suatu perubahan di mana hal semacam ini dengan cara alami berlangsung dalam pembentukan pengetahuan serta kepercayaan seseorang pemuda. Karenanya, keadaan alami ini seyogiyanya tak mesti mencemaskan ke-2 orang tua serta beberapa orang yang ada di sekitarnya, namun mereka malah mesti berikan area serta peluang yang cukup sampai jati diri, pemikiran serta kepercayaan golongan remaja dapat terbentuk dengan cara alami. Lantaran, saat ini adalah masa-masa yang benar-benar peka serta penuh gelora yang dibarengi pergantian serta perubahan jasmani, pemikiran, serta kejiwaan, serta pengalaman baru, sukai menyendiri, mau bebas dan saat pencarian jati diri. Maka, ragu-ragu, waswas serta gawat pada pelbagai persoalan utama dalam kehidupan adalah hal yang benar-benar alami serta positif untuk beberapa orang yang baru berkembang dengan kata lain beberapa remaja di mana mereka mau memantapkan serta bangun pondasi apa yang diyakininya menurut alasantasi yang tahan banting serta tak membebek saja (baca : taklid buta semata).

Beberapa hal Yang Butuh Diperhatikan

Saat remaja yang penuh gejolak ini bakal tumbuh dengan cara sehat serta benar apabila kita mencermati penjelasan di bawah ini :

Saat remaja ada diantara saat dewasa serta anak-anak. Seseorang ABG (anak baru gede) tidak ingin lagi dikira untuk “anak ingusan” yang melahap serta terima apapun dengan cara mentah-mentah pengucapan orang dewasa serta ia tak bisa diposisikan untuk orang dewasa yang dapat membahas segalah fenomena/momen dengan kejelian analisis serta kematangan pikirannya. Bagaimanapun ia terus menyandang predikat untuk seseorang remaja atau ABG. Menurut pandangan beberapa psikolog, remaja dari segi pengetahuan dapat mengerti serta menjangkau beberapa masalah seperti mazhab, moral, serta style kehidupan yang beragam macam lalu menilainya dengan cara systematis serta alasantatif di mana ia bisa memperbandingkan plus-minus pelbagai jalan keluar yang ada, hingga pada akhirnya ia bakal temukan jawaban yang paling pas. Karena jangkauan pemikirannya jadi lebih luas serta mendalam. Tetapi dengan semua perkembangan pola pikir, langkah menganalisa persoalan, serta memutuskan, si anak remaja dari sisi kematangan serta kemampuan memikirkan tetap alami saat transisi dari step anak-anak menuju saat dewasa. Dengan kata lain, ternyata benar seseorang remaja tengah alami perubahan cukup cepat, namun ia belum hingga pada titik kematangan sampai dapat bertumpu pada pandangan pribadi serta alasantasi yang dikemukakannya. Seseorang remaja terlampau prematur agar bisa merampungkan persoalan-persoalan yang rumit dengan cuma memercayakan pengalaman pribadi serta semua pontensi psikologisnya (buah pikiran, motivasi, nilai-nilai, pemahaman sosial, budaya serta histori). Jadi, kebiasan kelompok remaja yang menyangsikan pelbagai prinsip kehidupan adalah suatu pengantar untuk memperluas serta memperdalam prinsip-prinsip itu serta hal sejenis ini tak perlu dicemaskan.

Saat remaja saat pencarian jati diri

Saat remaja demikian utama lantaran ia adalah saat pencarian jati diri. Pada saat ini, tiap-tiap individu berupaya temukan serta bertanya “identitas” dianya (siapa saya). Pertanyaan ini mesti terjawab. Seorang mesti berkaca pada dianya. Yaitu, di samping ia terkait dengan saat lalu, ia juga terkait dengan hari esok. Ericson berkata : Membuat serta bangun jati diri adalah hal yang benar-benar susah serta penuh kemungkinan. Remaja di selesai ini mesti belajar serta menentukan ideologi yang benar dari pelbagai ideologi yang disodorkan padanya. Beberapa orang yang berhasil dalam bagian ini serta mempunyai jati diri yang kuat bakal siap hadapi saat depannya dengan perasaan yang tenang serta keyakinan diri yang tinggi. Di usia-sia seperti ini, grup orang-orang benar-benar punya pengaruh dalam membuat ciri-ciri remaja. Grup orang-orang dapat mengontrol serta memengaruhi perubahan jati diri beberapa remaja. Karenanya, rekan, penentuan tokoh teladan dalam agama atau non-agama serta style kehidupan benar-benar punya pengaruh dalam pembentukan ciri-ciri serta tingkah laku kelompok remaja. Karena kesempatan pengembangan diri untuk remaja benar-benar terbuka lebar. Saat remaja adalah saat untuk mengetahui diri serta mengetahui Sang Pencipta. Lantaran di saat remaja seorang bisa mengaraungi tangga kehidupan dengan gampang serta enerjik maka ia butuh memikirkan sebelum saat melakukan tindakan serta bermusawarah dengan orang penyayang serta berpandangan luas sampai ia tak tergelincir dalam pencarian jati dianya.

Bagaimana Seseorang Remaja Menolong Dianya Sendiri?

Agar remaja bisa mengerti jati dianya dengan benar serta temukan hakikat yang didambakannya dan tercerahkan dalam system pendidikan yang pas, maka sebaiknya ia mencermati beberapa hal di bawah ini :

Belajar

Menuntut pengetahuan adalah keharusan mutlak untuk tiap-tiap remaja. Pengetahuan yang luas adalah mutiara yang paling bernilai untuk pemuda yang bisa membantunya dalam mengaraungi kehidupan yang benar. Pengetahuan yaitu instrument utama dalam kehidupan. Oleh karenanya, membaca kitab-kitab agama yaitu jalan untuk menaikkan serta memantapkan akidah. Manusia yang kurang pengetahuan tak lagi dapat tahu pekerjaan serta keharusan yang Tuhan bebankan padanya serta selanjutnya ia tak bisa mengerti arti kehidupan yang hakiki.

Berpikir

Pengetahuan yaitu alat untuk mengerti beberapa hal, baik yang tercatat ataupun yg tidak tercatat. Kekuatan mengerti serta menjawab problematika kehidupan benar-benar bergantung pada kandungan pemikiran seorang. Dengan kata lain, kemampuan serta keluasan memikirkan seorang bakal menempatkannya pada posisi yang mulia. Jadi, memikirkan dengan cara sehat yaitu pembimbing ideal dalam menangani tiap-tiap peristiwa serta problematika kehidupan.

Iman

Yang disebut dengan iman yaitu kepercayaan hati pada kehadiran Pencipta alam semesta serta terima serta menaati semua perintah serta firman-firman-Nya. Makin kuat keimanan seorang maka manifestasinya makin terang dalam beragam dimensi bentuk manusia. Oleh karenanya, barangsiapa yang dalam kehidupannya meletakkan Tuhan untuk pengawasnya maka ia makin yakin diri, terpacu serta mempunyai pelindung.

Berbuat Baik

Berbuat baik jadikan manusia gampang dalam mencapai maksud serta cita-citanya seperti disinggung dalam Al-Quran bahwasanya perbuatan baik mengakibatkan perubahan serta penyempurnaan pelbagai potensi orang mukmin yang terpendam. Kita tahu dengan baik bahwasanya pendidikan agama mempunyai dampak kuat pada perbuatan baik serta juga pada pengetahuan serta iman. Lantaran karenanya, perbuatan yang paling baik yaitu mengamalkan keharusan agama kita, serta sebaiknya kita berikan motivasi orang lain untuk berbuat baik serta menghindar dari perbuatan amoral. Melakukan keharusan Ilahi tak hanya berikan motivasi perubahan dalam diri kita, juga melatih rasakan hadirnya Tuhan dalam kehidupan, menambah basic iman serta memperkuat pandangan serta prinsip keberagamaan seorang. Sangkanya seluruhnya ini bisa jadi modal utama untuk seorang untuk memperoleh jalan yang benar dalam hadapi pelbagai pergantian utama kehidupan dengan tawakal pada Allah hingga ia sukses mencapai maksudnya.

Kesimpulan

Kita tahu sebenarnya saat remaja yaitu saat penuh pergolakan pemikiran, tetapi lantaran pondasi basic pemikiran di waktu itu belum demikian kuat, maka ia rawan hadapi banyak ancaman serta persoalan. Kalau kita menolong mereka dalam meningkatkan keilmuan, memikirkan dengan cara sehat serta jernih serta berbuat amal kebajikan dan mengingat Allah dalam seluruhnya kegiatan yang mereka tekuni, maka mereka dapat mengapai perkembangan di bagian agama, pola pikir, moral, sosial dsb.

Sumber : erfan.ir

Lebih Jauh Mengetahui Amarah

Waktu rasakan ketidakadilan, terima perlakuan yg menyinggung, atau tindak agresi dari pihak lain, amatlah lumrah bila dalam dirinya nampak emosi marah. Dengan marah, kata Tri Swasono Hadi, M. Psi, psikolog di Rumah Sehat Sunda Kelapa, Menteng, ada daya yg mendorong kita bertindak untuk merubah situasi serta membela diri.

Sebagai persoalan, imbuhnya, bila marah itu terlalu berlebih. Efeknya bakal merasa pada tiga hal, yakni psikologis, fisik, serta jalinan dengan lingkungan. Dengan cara fisik, keadaan marah yg berlebihan bisa menambah tekanan darah, denyut jantung, hormon adrenalin serta non-adrenalin. Tubuh juga jadi rawan pada penyakit, cepat capek, serta daya tahan tubuh alami penurunan. Karena, tubuh dipaksa dalam situasi ‘panas’. Walau sebenarnya, kata Tri, tubuh kita tdk dirancang selalu untuk dalam situasi panas/tegang.

Dari segi psikologis, marah bikin kita ada dalam kondisi yg tidak mengasyikkan atau tdk bahagia. Namun efeknya pada jalinan sosial, mengakibatkan kerusakan jalinan kita dengan orang lain, lantaran ada permusuhan atau perasaan terluka.

" Tak ada keuntungan pada orang dengan karakter pemarah, lantaran membuatnya gampang terkena penyakit fisik serta psikis, " ungkap Ustadz Cahyadi Takariawan. Ia menyitir hadits Rasulullah, diriwayatkan dari Imam Ahmad, seseorang menghendaki Rasulullah berwasiat kepadanya, beliau menjawab, " Janganlah jadi pemarah. " Orang itu juga berkata, “Maka saya pikirkan apa yg beliau sabdakan, nyatanya pada karakter pemarah itu terkumpul semua kejelekan. "

Lalu apa yg bikin kita dapat marah? Menurut Tri, itu lebih lantaran penafsiran kita pada suatu hal. Perumpamaan, kita disenggol orang lain. Bila kita menafsirkan dia sengaja, kita pasti marah. Lain perihalnya bila kita berasumsi barangkali lantaran terdorong orang lain dia jadi menyenggol kita. ” Bukan hanya lantaran tindakan dari luar yg bikin kita marah, namun penafsiran kita, ” tegas psikolog pada Rumah Perlindungan Kementerian Sosial ini. Hal semacam itu memanglah tdk gampang, namun dapat dilatih. Contohnya, dengan senantiasa coba lihat dari pojok pandang orang lain.

RAGAM EKSPRESI MARAH

Dengan cara umum, ada tiga langkah orang mengekspresikan kemarahannya. Pertama, menyalurkannya dengan cara segera pada object kemarahan. Hal positif dari tindakan ini, pasti beberapa emosi tersalurkan hingga marah dapat mereda. Negatifnya, dapat menyebabkan perkelahian, dsb. ” Marah bisa kita salurkan, seandainya kita telah dalam keadaan tenang. Karena, situasi marah bikin kita tidak dapat memikirkan jernih, ” papar Tri.

Ke-2, menghimpit/menahan marah, disimpan dalam diri sendiri. Reaksi ini memanglah tdk menyebabkan persoalan dalam lingkungan, tetapi malah pada diri sendiri, lantaran kita jadi menyalurkan daya negatif ke dalam diri. Bila ini berlangsung dalam rentang saat panjang, kata Tri, satu waktu dapat terlepas kendali serta jadi bom saat yang bisa meledak setiap saat. Langkah yang lain, bukan hanya mengontrol namun kita juga dapat menenangkan diri. Kita terima emosi itu, lalu melepaskannya, mengikhlaskannya.

Dari ketiga ekspresi itu, mana yg paling bagus kita pakai? Yang paling baik yaitu mengombinasikan ketiganya, sama konteks. Ada kalanya menyalurkan emosi dengan cara segera itu baik, seperti waktu dirampok serta terserang fisik, kita dapat membela diri. Kadang-kadang, tambah baik kita menghimpit serta coba memikirkan dari pojok pandang orang lain, saat kendaraan kita disalip orang, contohnya. Tetapi, sebaiknya juga kita menentukan untuk menenangkan diri.

PENGARUH POLA ASUH

Pola asuh memegang peran mutlak pada rutinitas marah, serta juga pengelolaan emosi, seseorang. Seorang anak yg terlahir di dalam keluarga—ayah atau ibunya—pemarah, ia condong tumbuh jadi pribadi yg juga gampang marah. Demikian juga kekuatan seseorang mengelola emosinya. Menurut Drs Asep Haerul Gani, Psi, pengelolaan emosi itu dipelajari anak dari rumah, menurut pemodelan orangtua ; serta dididik menurut pembiasaan.

Tingkat pendidikan tdk dan merta tunjukkan kekuatan pengelolaan emosi seseorang. ” Pola asuh, pembiasaan di keluarga, berikan dampak nyata dalam kompetensi pengelolaan emosi yg dimiliki seseorang. “

Tak hanya pola asuh, Cahyadi lihat ada keterikatan pada keimanan dengan kekuatan mengelola amarah. Bila keimanan seseorang dalam situasi baik, maka ia dapat mengelola serta menguasai marah. Karena, ia senantiasa mengharapkan surga. ” Ciri ketakwaan juga dihubungkan dengan kekuatan menahan amarah. ” Sebagaimana dimaksud dalam QS Ali Imran : 134-135, beberapa orang yg sudah mantap ketakwaannya, diantaranya yaitu yg dapat menahan kemarahan dan memaafkan manusia.

Ditegaskan lagi oleh Asep, masalah pengelolaan emosi, keimanan serta agama—dalam batasan sebatas tahu—tidak ada pengaruhnya sekalipun. ” Iman dalam pengertian sikap hidup serta tindakanlah yang pasti punya pengaruh dalam pengelolaan emosi. “

Marah, Benar atau Salah?

Benar atau salahnya marah, urai Drs Asep Haerul Gani, bisa dipandang dari banyak hal.

Konteks waktu berlangsung kemarahan. Mungkin saja, kemarahan yg sama di satu konteks dinyatakan benar, pada konteks lain salah.
Standard yg dipakai. Bila standard yg dipakai lain, maka tidak sama juga penilaiannya.
Norma (filsafat moral), yg lihat sejauh mana langkah menampilkan (mengekspresikan) kemarahan itu penuhi persyaratan moral : tunjukkan tingkah laku keutamaan, lebih berikan faedah, kurangi kemungkinan kemudharatan, bikin manusia lebih mulia, bikin manusia lebih sejahtera dengan cara umum.
Agama, terutama Islam, mengacu pada akhlak Rasulullah saw, yakni langkah beliau berperilaku serta juga mengekspresikan rasa marah.